Welcome in Paris, 21-23.03.2008
Bismillahirrahmannirrahim,,
setelah beberapa hari ini cukup banyak teman2 yang meminta saia untuk berbagi pengalaman tentang Tour ke Paris weekend lalu, akhirnya saia putuskan untuk menceritakannya di blog saia kali ini. Smoga bermanfaat=)
Jumat, 21.03.2008
Rainbow Tours, ini lah nama si agen bus yang akan membawa kami (red:ber-9 orang) dalam perjalanan panjang Berlin-Paris-Berlin lagi. Rencana awalnya, bus akan berangkat pukul 16.00 (waktu Berlin), tapi ternyata terjadi kesalahan teknis sehingga kami harus rela menunggu kurang lebih 3,5 jam di Waiting Room Messe Nord ICC. Huff,, tau gitu kan kita ngga perlu terlalu heboh waktu ria dan chris agak telat datangnya. Apalagi cuaca saat itu sedang tidak bersahabat, dengan hujan gerimis dan angin super kencang yang menemani kami. Hmm belajar ikhlas,dev..

Dan dasar pelajar2 indonesia yang (tidak) suka narsis, akhirnya sambil mengisi waktu, daripada bengong, kan lebih baik…..
Yupp!! foto2.. hehehee..
Setelah waktu menunjukkan jam 19.30 finally bus berangkat juga, dan perjalanan 14 jam pun kami tempuh dengan suka cita demi menginjakkan kaki di ibukota negara fashion itu. Oiya, ngga lupa saia perkenalkan Tour Guide kami yang bernama Anthony, yang cukup lihai dalam penguasaan bahasa jerman dan inggris.. dan perjalanan pun berlangsung……..
Sabtu, 22.03.2008

Kira-kira jam 1 siang kami tiba juga di Tanah Abang, ehh maksud saia salah satu tempat di Paris yang cukup mengagetkan kami semua.. Looh? koq kita malah nyampe di Tanah Abang Jakarta ya?? hwihiiy=) cukup shock juga, baru nyampe Paris, hal pertama yang kami lihat justru Pasar De La Chapella yang asliii mirip bgt ma pasar2 di indonesia yang becek dan penuh sesak.. UNIK.. itulah Paris..

Kami diturunkan di Metro Anvers (red: Metro adalah istilah untuk stasiun kereta bawah tanah di Paris) yap itu gambarnya, smoga bisa sedikit mengekspresikan situasi lalu lintas di Paris -yang menurut saia yang awam ini- sangat ruwet dan penuh sesak.
Sebelum saia dan teman2 indonesia yang lainnya berpisah dengan rombongan tour (maklum anak muda, kami lebih memilih berpetualang sendiri di kota ini sebelum pada akhirnya tengah malam nanti kembali bergabung dengan rombongan untuk kembali ke Berlin),
kami diajak si abang tour guide bwt foto2 bareng di Basilique du Sacre-Couer -yang mnurut saia cukup unik, sebuah gereja dengan atap kubah putih terang yang justru lebih mirip dengan masjid-
Setelah puas foto2 di tempat ini, kami pun mulai memisahkan diri dari rombongan, dan di seberang kami melihat jalan sempit yang penuh sesak dengan manusia dan mobil2.
Selidik punya selidik, di seberang tempat ini ada banyak sekali toko Souvenir -yang setelah kami survei, harganya jauh lebih murah dibanding toko2 di tempat wisata yang lain, sempat menyesal ngga beli oleh2 banyak di tempat ini, huff ikhlas dev..-
Setelah puas berbelanja dan dengan keinginan penuh untuk segera berjumpa dengan Eiffel, kami pun segera meninggalkan tempat ini. Sebelumnya, kami membeli OneDay-Ticket untuk naik Metro (kereta bawah tanah), RER (kereta dalam kota) dan Bus, seharga 3,20€ tarif student in weekend.
Jam 2 lebih, akhirnya kami sampai di depan Eiffel Tower.. Subhanallah, dengan izin Allah SWT aku bisa berada di salah satu dari 7 keajaiban dunia ini. Indaaah sekali, ada getaran hebat di dada ini setiap kali aku melihat menara setinggi 324 m ini. Terbayang betapa dahsyat nya kebesaran dari Sang Pencipta hingga akhirnya aku cuma bisa mengucap tasbih berulang kali dalam hati. Subhanallah subhanallah subhanallah..
Laporan cuaca ketika kami di Eiffel: awalnya salju, kemudian terik matahari, setelah itu hujan.. 3 cuaca dalam beberapa menit.. UNIK.. itulah Paris..
Kira-kira jam 4 sore (cukup lama juga kami di Eiffel, maklum terlalu terpesona^^), akhirnya kami menuju Place De La Concorde -yang erat hubungannya dengan sejarah Revolusi Prancis- Berhubung cuaca tidak terlalu bagus (baca: gerimis dan angin semilir), setelah foto2, kami langsung menuju Musee du Louvre.
Musee du Louvre, museum di Paris yang makin terkenal mendunia setelah adanya -Da Vinci Code- karya Dan Brown.
Kata orang2, berkunjung ke Paris ngga lengkap klo ngga ke Eiffel dan Louvre. Kerennn.. satu kata ini yang mewakili Louvre saat aku melihatnya.. Saluuut deh bwt Arsitek2nya..
Hmm, sudah hampir separuh perjalanan nih yang saia ceritakan dsini.. Untuk selingan, saia pengen berbagi kisah tentang bekal makanan kami. Berhubung dengar2 harga makanan di Paris berkali-kali lipat dari Berlin, kami putuskan untuk membawa bekal yang cukup banyak (antara lain sushi dan bakmie bikinan chris, dwi dan saia yang sangat menolong kami ketika kelaparan=))
Klo yang ini.. yaah maklum, anak muda.. sambil menunggu eskalator dalam stasiun kereta bawah tanah ini mengantarkan kami ke ujung sana, foto2 cukup menjadi hiburan kami.. Dan Reeza yang berbaik hati menjadi juru kamera kami..

klo yang ini.. saia pengen nunjukin situasi stasiun kereta bawah tanah di Paris. Sebelum memasuki Metro, kita wajib memasukkan Ticket ke mesinnya, kira2 sistemnya mirip lah sama Busway di Jakarta.

Kira-kira jam 8 malam, setelah makan malam di restaurant Turki yang menjual Baguette Kebab Halal, kami menuju Notre Dame de Paris -Cathedral ternama di Paris- yang letaknya tidak jauh dari restaurant kami makan malam. Di daerah sini juga (dekat Metro Citee) kami banyak mengabadikan foto2 keadaan malam di Paris.. it was a really wonderful nite, kan teman2=)

Sepanjang jalan ini, banyak sekali cafe dan restaurant, yang klo kata Sari, "Suatu saat nanti gw bakal cobain smua resto dsini", amiin.. moga2 kesampean yah sar..
Waktu hampir menunjukkan jam 10 malam, itu artinya kami harus segera kembali ke rombongan tour yang akan kembali membawa kami ke Berlin tepat jam 12 malam.

Tapi sebelum itu, kami menyempatkan diri ke L’arc de Triomphe untuk berfoto2 di depan Monumen bersejarah yang erat hubungannya dengan si Bapak Napoleon 1.
Walau gerimis sepanjang hari menghadang petualangan kami, kami tetap tersenyum dan bergembira di kota penuh Romantika ini.. Paris.. Suatu hari nanti, saia dwi chris ria ghita anki iwan dan reeza berniat mengunjungi ke kota ini lagi.. smoga Allah SWT beri kesempatan.. insyaallah..
Minggu, 23.03.2008
Berlin.. entah kenapa saia begitu merindukan kota ini kembali.. Berbeda dengan chris yang klo bisa memilih dia lebih ingin tinggal di Paris daripada harus kembali ke Jerman, tapi saia memang lebih menyukai Jerman, khususnya Berlin (hwihiiy). Jam 4 sore kami tiba di kembali di Messe Nord ICC Berlin. Berasa mimpi, rasanya baru sebentar bgt menginjak Paris, tiba2 udah kembali lagi ke Berlin.

Tapi sebelum semuanya berakhir, kami foto bersama Tour Guide kami yang ramah ini, Anthony, yang untuk beberapa minggu ke depan ini akan sangat dirindukan oleh salah satu teman saia yang terkesima padanya.. hwihiiy^^)
Alhamdulillah,,
Berakhir sudah…
Insyaallah semua kenangan indah ini bisa merefresh kepenatan kami ber-9 dan memberikan semangat baru untuk keep fighting & istiqomah menuntut ilmu di negeri orang, yang kami sadari penuh, bahwa tidak semua orang bisa memperoleh kesempatan seperti kami dan nikmat yang Allah SWT berikan pada kami sungguh besar dan harus dapat kami pertanggungjawabkan kelak di hari akhir. Insyaallah.. Smoga Barokah Allah SWT selalu menyertai kita smua.. aminn..
Wassalammu’alaikum,wr,wb